Mengejar Impian

Friday, July 15, 2005

Aku ya Aku

Aku ya aku... aku bukan kamu, tapi aku senang mengenalmu.
Aku ingin aman bagimu, aku ingin bermanfaat bagimu. Aku? Ingin menarik bagimu? Hm.. bahkan aku sering membuat diriku bingung dengan diriku.

Lintasan-lintasan pemikiran.
Berbagai macam orang
Aku... aku ada di mana.
Kemana aku bisa meletakkan tanganku di atas.
Bagaimana aku bisa bermanfaat bagimu?

Kalau hanya kukerjakan yang membosankan, melelahkan, pakai otot saja. Itu namanya kuli,sodara-sodara.
Tapi, kalau aku dipekerjakan saat praktikum untuk yang butuh ketelitian, sementara yang ngitung (PAKAI OTAK) adalah tugas anak yang lain... apakah itu kuli yang sedang sekolah???

Hanya berkata oo..
Eh.. apa tadi..
Hm.. begitu toh...
Hee... menarik...

Hwah.. sangat membosankan. Siapa? Aku???

Keputusan besar kubuat tahun lalu.
Keputusan lebih besar kubuat tahun ini.
Semua ada tujuannya.

Agar aku bisa lebih bisa membentuk aku.
Agar aku bisa berbuat sebagai aku. Aku... aku ya aku. Aku... yang telah tercetak terarah terJADI.

Adakah kuingin mengubah diriku.. menjadi sesuatu yang lain?
Ataukah dengan semua modalku ini, menjadi sesuatu yang... bukan di balik aku yang sekarang. Tetapi sesuatu yang... sesuatu yang lebih baik saja.

Hwah... gerrah. Hwah..

Oke,dah. Yang penting, satu persatu.

Aku, ya aku.
Rasanya... itu ekspresi paling bertanggung jawab.

Semua, akan kembali. Dan, kembali sebagai sebuah pribadi. Tak peduli saudara, ibu, ayah, kerabat. SENDIRI

aku... aku ya aku.

1 Comments:

  • ada yg bilang klo kayak gini namanya narcism. tp klo aku lebih suka menyebutnya optimisme dan idealisme. he..he..

    By Anonymous adhy, at 4:04 PM  

Post a Comment

<< Home